Dan akhirnya engkau membaca “nun”
Diantara hurup hijaiyah : “lam” dan “nun”
Engkau beri fatah kebahagiaan, aku tak menyangka
Kemudian engkau baca “a, ba, ta, tsa”
Aku jadi merah muda, tetapi aku masih tak percaya
lalu engkau beri aku kasrah kejujuran, aku jadi merah tua.
Domah romansa engkau nyanyikan dengan lantang
dan cintapun berbunga-bunga,
Tak ragu kau selipkan tanwin dalam cerita
Dan puisi-puisi persemedian memutiarai kenyataan
menyelimuti engkau dan aku.
25 Desember 2002
Na’am
Yes, You Are
My beloved ...
Dive my thinking ocean
recitate between fish friend, shell-fish
and beautiful garden of sea who
will give rose of happinness
Don’t you come near
river-bad between debrises of ghost ship
and the depth sky in the sea
There’re any terrible
about shipping history who is broken down
at sharp coral and broken full
Tragic, sink without withered flower.
My beloved ...
Your smile is street of rose
Your wordsfly to my heart like butterfly
drinks life’s honey, delicious
You’re queen of my heart who swims in rainbow
between blue sky and green moon in the afternoon
The moon isn’t shy to light
your beauty in the night
and the sun doesn’t doubt to shine your walking life
My beloved ...
I’m waiting for your bud’s way
Desember, 23th 2002
Hurry up!
Sudah dua jam kitapun menyulam kata
Jawaban asakupun masih kau selimuti
dengan canda tawa yang memakan waktu
Hurry up! Hurry up!
Aku sudak tidak sabar
tapi kau masih terpaku waktu berfikir
Hurry up! Hurry up!
Jangan kau buat hatiku gundah
Jangan buat aku tidak tidurnyenyak malam nanti
Hurry up! Hurry up!
Dan kaupun minta waktu lagi
Jam sembilan besok pagi aja, mulutmu berseru.
Mungkin besok engkau memberi aku bunga atau
mungkin engkau memberi aku pisau
yang menyakitkan untuk mencabik pusaraku
Dan aku terkapar bersama sayap-sayap kata yang patah
“Siapa tahu”
Hurry up! Hurry up!
Aku sudah tak sabar menunggu besok
23 Desember 2002

