Kau tak sengaja torehkan kisah
Yang engkau untai dengan tinta emas di buku sejarah kalbuku
Bunga sejarah yang berkuncup kian mekar wanginya menusuk
Jantung mengiris kalbu dan alir fikir dan khayalku.
Kala ku sua ; Indahnya khayalku bersemi denganmu
Mengapa pandangku tak mau berpaling
dari dirimu yang begitu aku rindukan?
Salahkah aku memandangmu
yang begitu indah di alamku?
Salahkan ayumu yang mulai tertancap di taman surgaku?
Hmmh ...
Indahnya merindukanmu
Rasanya makin difikir semakin rindu
Satu...dua...tiga...
Tuh kan aku semakin rindu
Berjalanpun serasa melayang
Selalu aku tatap bayangmu yang tersipu malu.
Aku senang loh!
Aku merasakan kerinduan yang dalam ini
tapi tak bisa banyak aku pahami
Maafkan aku yang tak tahu diri
mulai merindukanmu
maafkan aku, karena rinduku
aku takkan pernah berhenti merindukanmu
2002
Missing You
Sukapura
Di manakah kini
Seribu tanah menjunjung langit
mencakar cakrawala?
Satu demi satu mereka kantongi
Jangan biarkan! Hentikan! Segera
Atau engkau tak lagi jadi dirimu
Di mana alimmu?
Kau begitu dipuja sejarah
Jangan kotori sejadahmu!
2002
Tangisku Tangis-MU
Rabb..!
Terimakasih atas tangis-Mu
Tangis-Mu indah
Tangis-Mu nikmat
Setiap tetes hujan membumi
pengakuan dosa hamba terbaca
basuhkan hitam raga.
Rabb..!
Termiakasih atas tangis-Mu
Tangis-Mu bahagiankan jiwa
Tangis-Mu lapangkan dada
Tangis-Mu istiqamahkan kalbu
Rabb..!
Terimakasih atas tangis-Mu
karena kini hamba ingin menangis.
Bandung, 17 Agustus 2002
Langganan:
Postingan (Atom)

