tafakur binatang malam di langit berbintang
jadi penghantar turunnya embun pada kegelapan
lelah dan kantuk semakin berat
walaupun rindu bersemayam dalam jelaga
aku tetap terjaga
membuka perasaan akan lara
padamu ...
kusematkan ribuan rindu
ku himpitkan beragam duka
ku pajangkan aroma cinta
... lalu akupun pilu mengadu
bunga yang ku titipkan padamu kian layu
tak kunjung mekar dan berkembang
... beku
tak terbayang ...
pasanggrahan, 11 mei 2005
BEKU AKHIRNYA
karena begitu aku
jangan sebut aku lelaki
aku begitu lemah akan dirimu
mengais perasaan rindu
memboyong segenap lara
sebut aku banci
karena begitu aku
TAMPARLAH @KU!!!
tamparlah aku
karena aku mengingatmu
tamparlah aku
karena aku merindukanmu
tamparlah aku
karena puisi ragamu
tamparlah aku
karena memimpikanmu
tamparlah aku
karena aku mendekatimu
tamparlah aku
karena cinta padamu
tamparlah aku
hingga aku menamparmu
2005
tak kunjung jua
waktu kian berganti aku masih menanti
musim semi di kemarau lalu setengah penantian
kutulis suara hati di embun pagi
kubernyanyi di senja nyiur
Suatu Ketika
mimpi-mimpi menghampiriku
hingga aku terjaga, kantuk pergi entah kemana
rintik hujan di luar sana semakin padat
tetes-tetesnya bah melodi pengiring kedatangan fajar
dinginnya angin mulai menusuk tulang sendiku
ku rebahkan kembali tubuhku pada tidurku
tak lupa selimutpun ku ajak serta karena begitu dinginnya aku
kantuk pun tak kunjung tiba
yang menghampiriku hanya lembaran-lembaran lalu
mengusik diamku hingga mentaripun kian mengembara.
2005
D S
masih ku ingat
rindu bulan pada bintang
yang dititipkan awan pada hujan
di temaram senja;
namamu kemarin
2005
DIALOGUE SENJA
karena engkau
aku telah jatuh cinta
rerumputan bergoyang
melindukan pundi-pundi jiwaku
seperti bayangan
engkau terus menghantui
seluruh ruang batinku
dan akhirnya
engkau menjelma bidadari
membawa wewangian surgawi
membasuh seluruh laraku
ku tertidur dininabobokan kasturi
2005

